Mencoba bersepeda di Ocean Ecopark Ancol

Kegiatan bersepeda pagi di Hari Minggu, memang merupakan salah satu olahraga atau kegiatan yang sedang hyped di berbagai kota di Indonesia beberapa tahun terakhir, termasuk Jakarta. Sebenarnya, kegiatan bersepeda sudah mulai di galakkan ketika Car Free Day (CFD) di sepanjang Jalan Sudirman-Thamrin diberlakukan. Setiap hari Minggu sepanjang  Jalan Sudriman-Thamrin ditutup untuk kendaraan bermotor dan diperuntukkan untuk pengendara sepeda dari pukul 6 pagi hingga 2 siang. Seiring berjalannnya waktu, ternyata antusiasme masyarakat terhadap kegiatan bersepeda sangat tinggi, terlebih lagi ketika wabah sepeda fixie menggandrungi para pecinta sepeda di Indonesia beberapa tahun belakangan ini.

Semenjak masyarakat gandrung dengan bersepeda, akhirnya kegiatan bersepeda dan CFD semakin digalakkan oleh Pemda DKI Jakarta. Daerah yang dijadikan arena CFD pun bertambah, dan kegiatan CFD sudah diberlakukan di Hari Minggu setiap minggunya. Kegiatan bersepeda di minggu pagi pun sudah bukan hanya terdapat di Jakarta saja, namun CFD juga sudah diberlakukan di kota-kota besar lainnya seperti Bandung, dan Surabaya.

Selain semakin banyaknya daerah yang dijadikan sebagai arena CFD, di Jakarta juga sudah ada jalur sepeda yang diperuntukkan bagi pengendara sepeda yang ingin bersepeda (sayangnya enggak efektif) di kawasan Taman Ayodya, Jakarta Selatan. Jalur sepeda ini sebenarnya dibuat sebagai ujicoba sekaligus untuk mengakomodir kebutuhan para pengendara sepeda. Namun sayangnya, jalur sepanjang 1km itu tidak efektif. Selain jalur sepeda tersebut, baru-baru ini para penggemar olahraga ini boleh bersenang hati karena di daerah Ancol, sudah hadir kawasan yang diperuntukkan untuk warga Ibukota berolah raga (sepeda dan jogging) di kala minggu. Tempat yang terletak di komplek Taman Impian Jaya Ancol ini bernama Ocean Ecopark Ancol.

Berbekal informasi dari para goweser  pada hari Minggu 19 Oktober 2014 tadi pagi, gue  menuju daerah Ancol untuk mencoba gowes di Ecopark. Pagi itu gue berangkat jam setengah 6 pagi. Setelah menyusuri jalan cacing – pelabuhan – martadinata, akhirnya gue sampai di pintu utama Taman Impian Jaya Ancol (TIJA). Di pintu gerbang ini akan dikenakan charge sebesar 10.000 per-orang. HTM ini disesuaikan dengan jumlah orang dan jenis kendaraan yang dibawa. Selain itu, dengan tiket seharga 10.000 ini sudah termasuk voucher sebesar 5.000 yang bisa di tukarkan di tempat makan (yang terletak di seberang pantai Ancol).

Ocean Ecopark Ancol  – memiliki luas lahan hampir 34 hektar merupakan kawasan hasil dari mengalihfungsikan Padang Golf Ancol menjadi sebuah sarana rekreasi terbaru yang menawarkan nilai-nilai edukasi (edutainment) dan petualangan (adventure) dengan pendekatan green lifestyle, menjadi ruang terbuka bagi pengunjung Ancol Taman Impian untuk mengeksplorasi pengetahuan botani dan rekreasi luar ruang.

Ecopark terbagi menjadi beberapa kawasan (zona) dengan fungsi dan fasilitas berbeda. Selain Eco Care, Eco Nature, dan Eco Art, Ancol Ecopark juga akan menghadirkan zona Eco Energy. Pada keseluruhan zona ini, beragam jenis tanaman pesisir sesuai dengan kegunaannya bagi lingkungan hidup telah ditanam, sekaligus untuk menjadikan Ecopark sebagai sebuah kawasan yang hijau dan teduh, serta tempat pembelajaran botani lengkap yang menyenangkan. Menegaskan keberadaannya sebagai tempat rekreasi yang menawarkan unsur petualangan (adventure).

petarealoutbond

Ocean ecopark menjadi taman hijau terbuka yang dilengkapi dengan berbagai fasilitas yang dapat dimanfaatkan sebagai sarana pendidikan lingkungan hidup. Ecopark, berupa sebuah taman terbuka yang dilengkapi berbagai fasilitas edutaiment, botanical garden dan sarana adventure berbasis green lifestyle. Ancol Ecopark nantinya akan terbagi menjadi beberapa kawasan dengan fungsi yang berbeda yaitu Human Kingdom, Floral Kingdom dan Faunas Kingdom.

Kawasan Human Kingdom akan dilengkapi berbagai fasilitas multifungsi untuk permainan petualangan ruang terbuka seperti maze, lookout towers, bridges, adventurous cycle park, canoes ride, science centre, exhibition, convention dan indoor park termasuk fasilitas extreme park seperti wall climbing, skateboard park, , Kawasan Kingdom akan dilengkapi dengan botanical gardens, butterfly pavilion, treetop walk, ecopark discover centre, ecolab. Sedangkan Faunas Kingdom akan dipenuhi sarana birdies adventurous (bird watching, balloon park), monkey island, insects museum, multifunction lawn seperti open theater, outdoor cinema, music concert.

Ketika sampai di dalam kawasan Ecopark ini, pengunjung langsung dihadapkan oleh 2 jalur berbeda, yakni jalur khusus sepeda dan jalur khusus manusia. Menurut gue dengan adanya pemisahan jalur antara yang bersepeda dengan yang tidak bersepeda, maka tidak akan mengganggu antara satu sama lainnya, and that was brilliant.! Tanpa buang-buang waktu, gue pun masuk untuk mencoba ke dalam jalur yang diperuntukkan bagi pengendara sepeda tersebut. Track di Ecopark ini cukup panjang dan tidak monoton. Di tengah-tengah jalur ini anda akan menjumpai beberapa tanjakan dan tikungan-tikungan tajam yang memberikan sensasi yang berbeda ketika anda bersepeda. Ketika, gue bertiga sedang gowes, di tengah jalur kami dikagetkan dengan beberapa monyet yang memang sengaja dilepas bebas berkeliaran di dalam kawasan ini.

Jalur sepeda ecoparklong jur

Setelah sampai di pertengahan jalur, gue tiba di salah satu jembatan dengan turunan yang terjal dan merupakan salah satu atraksi di tempat ini. Memang di tempat ini dua jembatan itu menjadi salah satu yang bikin penasaran dan kpingin banget nyobanya. Tanpa buang waktu, gue pun segera menggowes sepeda  untuk menjinakkan tanjakan tersebut. Wuzzzzz…! setelah sampai diatas gue pun beristirahat sebentar sambil menikmati pemandangan sekeliling Ecopark yang bisa dinikmati dari atas jembatan itu. Setelah beristirahat dan meghela napas sebentar, gue pun segera turun untuk menyelesaikan sisa putaran gue. Turunan yang terjal dari jembatan yang tersebut memberikan sensasi tersendiri bagi yang mencobanya. You should first, and you’ll know what I mean then.! Hehe

Jembatan 2      

jembatan-ancol-ecopark12 jalur

Setelah turun dari jembatan tersebut, gue pun segera melanjutkan track lagi. Dan tidak jauh dari  jembatan yang pertama, terdapat jembatan kedua. Namun, untuk jembatan yang kedua ini tidak terlalu tinggi dan tidak terlalu curam bila dibandingkan dengan jembatan yang pertama tadi. Selain terdapat dua buah jembatan yang berbeda, di ecopark ini juga terdapat danau buatan yang di dalamnya terdapat ratusan atau bahkan ribuan koleksi ikan mas. Pengunjung pun bisa memberi makan ikan mas-ikan mas sambil duduk-duduk di dermaga menikmati pemandanga sekitar dengan terlebih dahulu membeli pakan ikan mas yang di jual disana seharga 10.000. Selain itu, untuk keluarga, disini juga menyediakan perahu air (semacam bebek-bebekan) yang akan mengajak anda untuk mengelilingi danau yang ada disana. Untuk malam minggu, Ecopark juga mengadakan pertunjukkan air mancur goyang yang dipadu dengan laser (waktu itu gue denger petugasnya, lagi ngasih informasi ke pengunjung lain, bahwa pertunjukkan air mancur ini mirip sama Songs Of The Sea. Gila! Itu bapak-bapak pereus nya selangit!!!) hahahahahaaa…… Namun gue lupa tentang informasi harga tiket kedua atraksi tersebut.

feed fish

 

 

 

 

 

 

 

Setelah menyelesaikan 2 putaran di track Ecopark  (yang lumayan panjang) ini, gue  memutuskan untuk keluar dari tempat itu dan pulang. Namun sebelum pulang, gue sempat mampir ke tempat yang memang disediakan untuk menukar voucher  sebesar 50000 (yang didapat ketika membeli karcis di pintu gerbang utama Ancol) yang letaknya tepat diseberang pantai Ancol (yang ada bebek-bebekannya). Di dalam tempat ini terdapat berbagai booth-booth penjual makanan dan minuman, dan selain itu juga terdapat panggung lengkap dengan homeband-nya yang bisa menghibur para pengunjung yang sedang istirahat sambil menikmati makanannya. Waktu itu gue milih membeli es kacang hijau (5000), dan membeli beberapa bakso tahu (1.000/pc). karena masih lapar (hahahahahaha).

Setelah selesai sarapan, tepat pukul 10 pagi gue pun segera beranjak pulang sebelum sengatan matahari semakin panas. Doh! Dengan perut yang terisi penuh, rasanya males banget ngegowes sepeda dari Ancol ke Rumah. Pheww! Dengan perasaan berat, akhirnya mau gak mau kaki pun menggowes sepeda keluar dari kawasan Ancol. Dan tepat pukul 11 siang, gue pun sampai di rumah dengan selamat.

Itulah pengalaman gue gowes untuk mencoba arena baru yang terdapat di Ancol. Secara keseluruhan sih, Ocean Ecopark Ancol bisa dijadikan referensi baru untuk menghabiskan waktu di Minggu pagi. Tapi yang disayangkan adalah, masih ada segelintir pengunjung yang jogging atau jalan santai menggunakan jalur khusus sepeda, dan jelas tentu ini sangat mengganggu bagi para pengendara sepeda. Padahal di tempat itu sedah disediakan dua jalur yang berbeda, satu untuk yang bersepeda, dan satu lagi diperuntukkan untuk yang tidak bersepeda.

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.