MENIKMATI JALUR KHUSUS SEPEDA

Kring… kring… kring… kring. ”Yuhuuu…,” Taufik (8) membunyikan bel sepedanya sambil berseru kegirangan. ”Anginnya segeeerrr..,” katanya. Siswi kelas dua sekolah dasar ini menyusuri jalan beraspal khusus pengendara sepeda di area Ecopark, Taman Impian Jaya Ancol, Jakarta Utara. ”Aduh, capek,” katanya. Senyumnya mengembang, Minggu pagi pekan lalu.

Bersama orangtuanya, Sumaila sengaja datang ke area Ecopark pukul 06.00.

Bersepeda pagi hari di area Ecopark tak hanya memperoleh udara yang sejuk dan bersih, tetapi juga pemandangan taman dan binatang yang dilepas bebas. Burung-burung pelikan berlarian meninggalkan kolam saat pengunjung mendekat.

Pengunjung bisa membawa sepeda sendiri atau menyewa di Ecopark. Halte sepeda di Pantai Karnaval adalah salah satu tempat yang menyediakan sepeda dalam jumlah banyak.

Jika masuk dari pintu utama atau melalui pintu masuk halte bus transjakarta, kita bisa juga langsung menyasar ke halte sepeda di area parkir Dunia Fantasi.

Biaya sewa sepeda Rp 10.000 per jam, mulai jam kedua menyewa. Pada satu jam pertama, sepeda digratiskan dari biaya sewa. Tolong diingat, hari Sabtu dan Minggu, jangan berniat menyewa setelah pukul 08.00 sebab 700 sepeda di sana sudah habis disewa.

Bagi kalangan eksekutif yang menginginkan sepeda dengan kualitas lebih baik bisa menyewa sepeda di area Ecopark seharga Rp 50.000 per jam. Selain dapat menyewa sepeda, penyewa sepeda di Ecopark juga diberikan layanan tempat menyimpan barang dan kamar mandi untuk bilas setelah olahraga sepeda.

Bagi yang menyukai trek panjang bisa menjajal jalur sepeda di area Taman Impian Jaya Ancol. Rutenya bisa dimulai dari Pantai Karnaval menuju Dermaga Marina, kemudian balik lagi, dengan jarak bisa mencapai 9,8 kilometer. Jika sepeda dipacu dengan kecepatan 20 kilometer per jam, perjalanan sepanjang itu memakan waktu sekitar 30 menit; tetapi jika santai, memakan waktu satu jam.

Jalur pipa gas

Ingin bersepeda di jalur yang lebih menantang bisa menjajal jalur off-road yang sudah dikenal penggemar sepeda, antara lain di jalur pipa gas (JPG) di Belakang Kepolisian Sektor Serpong, Tangerang Selatan, Banten. Jalur sepeda sepanjang 6,5 kilometer ini selalu ramai didatangi masyarakat dari berbagai komunitas sepeda, terutama pada akhir pekan.

Sebenarnya trek sepeda di JPG membutuhkan keahlian yang mumpuni dalam bersepeda. Jalur yang dilalui hampir 70 persen berupa jalan setapak dan naik turun. Meski demikian, bagi sebagian pesepeda yang masih relatif baru bisa melewati jalur wisata JPG.

Namun, adakalanya, sebagian pesepeda masih saja ada yang suka memaksakan diri masuk ke jalur teknikal karena gengsi dan atau dipanas-panasi sesama temannya. Akibatnya, sering terjadi kecelakaan. Bagi pesepeda yang belum biasa bersepeda ke JPG, memaksakan diri masuk ke jalur maut di JPG yang mirip roller coaster bisa berakibat fatal.

Karena itu, sebagian pengurus JPG yang peduli dengan faktor keselamatan senantiasa membimbing pesepeda yang baru mencoba trek JPG. Bersepeda di jalur off-road, seperti di JPG, tidak hanya dibutuhkan stamina yang kuat, tetapi juga teknik yang memadai.

TMII

Sarana bersepeda santai bersama keluarga atau kawan-kawan remaja juga disediakan Taman Mini Indonesia Indah (TMII). Pemilik usaha penyewaan sepedanya adalah Sudianto. Ia menyewakan 25 sepeda tandem dua jok (Rp 20.000 per jam), 25 sepeda tandem tiga jok (Rp 30.000 per jam), 40 sepeda biasa (Rp 10.000 per jam), 20 sepeda kereta untuk dua penumpang (Rp 20.000 per jam), dan 20 sepeda untuk empat penumpang (Rp 40.000 per jam).

”Penyewa keluarga biasanya memilih sepeda kereta,” ucapnya, Jumat (15/7) sore. Setiap hari libur usahanya buka pukul 06.00. Namun, setengah jam sebelumnya, terjadi antrean panjang. ”Tapi, kalau bulan puasa atau hari hujan, sepi. Usaha pun baru buka pukul 07.00,” tuturnya. Sudianto mulai membuka usahanya sejak dua tahun lalu.

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.